Posted by: pelaminanminang on: August 9, 2008
”Waktu pertama menyanyikan lagu ini, saya belum pernah ke Teluk Bayur. Itu zaman saya masih berumur 15 tahun,” tutur Ernie, kelahiran Jakarta, 6 April, itu.
Setelah lagu ini terkenal dan disukai orang, barulah Ernie berkesempatan melihat pelabuhan yang berada di Kota Padang itu.
Sebagai orang berdarah Minang, Ernie sempat tak akrab dengan lingkungan Minang. ”Di Padang, semua orang berbahasa Minang. Saya bisa-bisa saja berbahasa Minang, tetapi tidak selancar bahasa lain,” kata penyanyi yang sempat tinggal di Singapura dan Belanda ini.
Namun, belakangan Ernie rajin bolak-balik ke Sumbar, seperti ke Solok dan Bukittinggi. Urusannya masih seputar tarik suara. Pada Agustus ini, misalnya, ia menghabiskan sedikitnya satu pekan di Sumbar.
”Saya sedang membuat rekaman lagu-lagu Minang legendaris. Nanti uang hasil penjualan album ini diberikan untuk anak putus sekolah. Targetnya, Lebaran ini album sudah diluncurkan,” tutur Ernie tanpa menyebutkan judul lagu-lagunya.