Pelaminan Minang Buchyar

Konflik Solok Yang Berlangsung Sejak 1970 Belum Juga Teratasi

Posted on: May 7, 2008

Konflik antara warga Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, dan warga Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, hingga Selasa (6/5) belum teratasi. Karena itu, ratusan polisi masih berjaga-jaga di perbatasan kedua nagari tersebut.

Konflik yang bermula pada Kamis (1/5) itu terkait dengan klaim para pihak atas tanah di perbatasan kedua nagari. Sebelum konflik terjadi, sebenarnya sudah puluhan pertemuan dilangsungkan untuk menyelesaikan perebutan tanah ulayat di perbatasan itu. Namun, belum satu pun membuahkan hasil yang signifikan.

Zulkifli, Wali Nagari Muaro Pingai, kemarin menceritakan, konflik antarwarga itu dipicu sengketa tanah ulayat. Kamis lalu, penyerangan terjadi ketika warga Saniang Baka memasang 11 titik pancang di tanah sengketa.

Pemasangan patok itu, lanjut Zulkifli, merupakan puncak kekesalan warga karena persoalan tapal batas nagari tidak kunjung selesai. ”Di tengah pemasangan patok itulah terjadi pertikaian antarwarga kedua nagari. Warga Muaro Pingai yang tidak terima tindakan warga Saniang Baka melempari warga nagari tetangga dengan bom rakitan,” paparnya.

Hingga kemarin, kata Zulkifli lagi, tercatat 15 rumah, 8 pondok sawah, 25 kandang ternak, 2 sepeda motor, 37 alat penangkap ikan, 3 gudang, dan 1 kedai terbakar dalam kerusuhan.

Secara terpisah, Wali Nagari Saniang Baka Dasrizal Chandra Bahar mengatakan, seorang warga terluka akibat konflik.

Saat ditanya tentang penanganan konflik tersebut, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Solok Alfandri mengatakan, pihaknya terus mengupayakan perdamaian. Namun, pertemuan yang sudah puluhan kali dilangsungkan belum juga memunculkan kesepakatan. ”Penentuan batas wilayah di tanah ulayat seharusnya diselesaikan oleh kedua nagari itu,” ujarnya.

Konflik terkait wilayah perbatasan itu, menurut Alfandri, sudah terjadi sejak tahun 1970-an. Terakhir, tahun 2003, seorang warga Muaro Pingai meninggal dalam konflik

Dari Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan, kemarin terjadi tawuran antara warga Kelurahan Taipa dan warga Kayumalue di Donggala. Aparat kepolisian akhirnya dikerahkan untuk berjaga-jaga di jalan trans-Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Taipa, Kabupaten Donggala.

Menurut Bidayah (38), warga Kayumalue, pertikaian bermula dari pertandingan sepak bola. ”Begitu pertandingan usai, ada warga Taipa yang melemparkan batu dan mengenai beberapa pemain dan pendukung Kayumalue,” ujarnya.

Sejak saat itu, terjadi beberapa kejadian yang melibatkan warga kedua kelurahan itu. Puncaknya, kemarin siang saat warga Kayumalue ”menyerang” Kelurahan Taipa. Polisi segera datang dan melerai mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: