Pelaminan Minang Buchyar

Tak Puas Hanya Sesaat Di Maninjau – Tempat Yang Cocok Buat Bulan Madu

Posted on: June 9, 2008

Dalam deretan obyek wisata Sumatera Barat, ditawarkan sejumlah danau untuk dikunjungi. Di antara danau yang ada, danau Maninjaulah yang paling memukau. Sangatlah sayang jika keindahannya hanya dinikmati sesaat saja. Caranya, ya, tiada jalan lain dengan bermalam di sana.

Lantas apakah danau-danau lain kurang indahnya? Tidak juga. Bedanya di danau Maninjau, satu dari danau terbesar kedua di Sumatera Barat (Sumbar) setelah Singkarak itu, telah dijamah dengan penataan pariwisata. Terlebih dengan dibangunnya sebuah resort dengan fasilitas bintang lima, Resort Maninjau, yang terletak di atas bukit yang jaraknya 10 km sebelum danau pada jalan raya dari Bukittinggi. Dari atas resort ini bisa kita kagumi keelokan danau dari atas, dari pagi, siang sampai dengan sore hari. Suasana rileks yang diciptakan benar-benar menyegarkan pikiran kita.

Tepat dari resort ini kita bisa turun dengan mobil atau angkot ke pinggir danau. Jalanan menurun dan berkelok-kelok sejauh 10 kilometer itu melalui 44 kelokan. Daerah wisata ini masyhur dengan sebutan “Danau Maninjau bersama Kelok 44”. Tanda kelok 1 s/d 44 tertulis jelas pada setiap kelokan. Jangan Anda hitung angka kelokan demi kelokan, bisa tegang sendiri karena ada perasaan tidak sampai-sampai. Di samping kiri kanan jalan yang berupa jurang, maka rasa ngeri dan was-was juga bisa timbul.

Nikmati sajalah pemandangan kiri kanan kendaraan, karena di pinggir jalan banyak kera atau monyet-monyet lucu menunggu makanan apa saja yang dilempar dari penumpang kendaraan yang lewat. Dengan demikian rasa kegembiraan datang hingga tak terasa kita sudah berada di pinggiran danau.

Danau Vulkanik

Danau Maninjau termasuk danau vulkanik, danau yang cekungannya terbentuk karena letusan gunung berapi. Terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, di atas ketinggian 461 meter dari permukaan laut. Luasnya 100 km persegi dengan kedalaman maksimum hampir 500 meter kurang lebih.

Menurut cerita legenda Minang, terbentuknya danau ini dari dongeng rakyat “Bujang Sembilan”, yang mati bunuh diri menyeburkan diri ke dalam kawah sehingga kawah itu membesar dan menjadi sebuah danau. Danau itu bisa dicapai dari kota Bukittinggi hanya berjarak 35 km saja, dengan angkutan umum yang bersliweran jurusan Bukittinggi- Matur- Maninjau PP.

Di pinggiran danau ada desa Maninjau tempat kelahiran ulama besar sekaligus sastrawan Islam, Buya HAMKA, penulis novel Di bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijk, buku bacaan wajib bagi siswa-siswa SLTP periode 1950-1960an. Pahlawan nasional putri Minang, Rangkayo Rasuna Said yang namanya diabadikan sebagai jalan raya di daerah elit di Ibu Kota RI, Jakarta, wilayah Kuningan, tempat kantor-kantor bergengsi serta kedutaan-kedutaan negara sahabat, juga kelahiran Maninjau.

Di pinggiran Maninjau telah dilengkapi fasilitas wisata dengan losmen-losmen sederhana dan bersih. Begitu juga dengan fasilitas rekreasi air. Meskipun sangat terbatas para wisatawan tampaknya belum bebas untuk berekspresi diri, seperti mandi-mandi dengan baju renang (terutama wanita) karena adat setempat belum mengizinkan.

Maka, jika datang ke sana nikmati saja keindahannya. Seandainya ingin berenang, Anda bisa menikmati kolam renang di Resort Maninjau. Karena tempatnya di dalam resort dan yang menikmati pemandangan, ya, sesama tamu hotel saja. Dari sana, sambil berenang juga menikmati keindahan Danau Maninjau dengan air birunya yang terlihat indah.

Bulan Madu

Bagi pasangan yang sedang berbulan madu, Resort Maninjau bisa jadi pilihan yang tepat. Peristirahatan dengan fasilitas bintang lima ini memang dibangun dengan struktur landscape yang padu. Baik letak kamar-kamar model cottage dan bangunan kolam renang lengkap dengan fitness centre, ditambah iklimnya yang sejuk.

Kendati Anda bukan pasangan yang sedang berasyik masyuk, memilih beristirahat di sini adalah hal yang sangat mengasyikkan. Apalagi jika Anda pecinta kebugaran dan gaya hidup sehat resort ini dilengkapi track jogging keliling resort.

Jika Anda ingin mengabadikan keindahan panorama dalam fotografi, kita keluar dari resort dan turun dengan mobil menuju tempat yang dinamakan Embun Pagi. Dari sana panorama ke bawah menuju danau, dengan kombinasi jalan yang melingkar-lingkar adalah paduan luar biasa indahnya. Tanpa harus mengabadikannya, duduk berlama-lama di sini pun betah hingga sungguh terasa benar keagungan Sang Pencipta. Selamat menikmati dan menghirup udara bersih pegunungan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: