Pelaminan Minang Buchyar

Tahun Depan Padang Di Sumatera Barat Akan Miliki Peta Terpadu Rawan Tsunami

Posted on: September 5, 2008

Sejumlah peneliti mancanegara mempersiapkan peta terpadu rawan tsunami untuk wilayah Sumatera Barat. Peta yang memungkinkan memprediksi tsunami lebih tepat itu diperkirakan akan rampung dalam waktu satu tahun.

Kepala Pusat Studi Bencana Universitas Andalas Febrin Anas Ismail, Kamis (4/9), mengatakan, peta terpadu akan dibuat oleh Alfred Wegener Institut (AWI) Jerman. AWI memiliki spesifikasi penelitian di wilayah kutub dan perairan.

”Selama ini, peta rawan bencana yang ada hanya berisi satu atau dua aspek penelitian saja. Kali ini kami ingin membuat peta yang berisi analisis dari berbagai sisi. AWI dipilih untuk membuat peta yang lebih lengkap karena lembaga ini meriset kemungkinan gempa dan tsunami di pantai barat Sumatera,” papar Febrin.

Peta itu dilengkapi data penelitian tentang kemungkinan kekuatan patahan lempeng, kondisi dasar laut pantai barat, serta ketinggian air sampai ke pantai. Data-data itu hasil penelitian sejumlah peneliti berbagai negara.

Data tentang ketinggian permukaan pantai sudah dikerjakan sejumlah pihak, seperti LSM Kogami Padang, peneliti Danny Hilman dari LIPI, dan Kerry Sieh dari California Institute of Technology (Caltech). Peta serupa pernah dikerjakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

Caltech sudah membuat peta genangan air berdasarkan riset geologi yang dipadukan dengan perhitungan matematis. Namun, peta ini belum dikombinasikan dengan kondisi topografi dan data kedalaman air laut.

Sementara itu, Danny Hilman memperkirakan salah satu model tsunami tingginya 10 meter dan tiba di Padang dalam rentang waktu 20 menit setelah gempa.

Peta yang dikerjakan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berbasis pada topografi dan kedalaman air laut tidak diikuti dengan pertimbangan kondisi tanah. Universitas Andalas jadi fasilitator yang mempertemukan sejumlah peneliti yang pernah meneliti ancaman gempa dan tsunami di daerah itu.

Efek ke masyarakat

Febrin mengatakan, saat ini pemerintah bisa mengacu langsung pada peta zonasi Jose Borrero, peneliti dari University of Southern California untuk mengantisipasi bencana. Peta itu serupa dengan pemetaan kondisi tanah dari Kogami.

”Pembuatan peta rawan bencana harus dikerjakan dengan hati-hati karena akan menimbulkan efek ke masyarakat. Selain efek trauma psikologis, peta kerawanan bencana juga menyebabkan anjloknya harga tanah di daerah zona merah. Tata ruang juga akan berubah dengan pemetaan ini,” tutur Febrin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: