Pelaminan Minang Buchyar

Pinang dan Gambir dari Sumatera Barat Diminati Pasar Ekspor India dan Nepal

Posted on: October 13, 2008

Sebanyak 112,5 ton pinang dan gambir asal Sumatera Barat diekspor ke India dan Nepal. Kedua komoditas tersebut dilepas secara simbolik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sabtu lalu.

Komoditas yang diekspor dengan nilai hampir Rp 2 miliar ini terdiri dari 75 ton pinang dan 37,5 ton gambir. Pinang diekspor ke Nepal oleh PT Andalas Tuah Sakato (ATS), perusahaan daerah bidang ekspor komoditas pertanian, sedangkan gambir diekspor ke India.

Dirut PT ATS Ramal Saleh mengatakan, pinang dan gambir dari Sumbar sangat potensial untuk mencukupi kebutuhan ekspor. Bila pembeli puas, kemungkinan ekspor kedua komoditas dari Sumbar itu akan terus berlanjut karena pembeli menginginkan ekspor dalam jangka panjang. ”Produksi pinang berpotensi sampai 2.000 ton per bulan dan potensi gambir 1.000 ton per bulan,” kata Ramal.

Sekitar 70 persen gambir yang diekspor dihasilkan petani di Kabupaten Limapuluh Kota dan sisanya dari Kabupaten Pesisir Selatan. Adapun pinang dihasilkan hampir di seluruh daerah di Sumbar.

Harga gambir yang sudah diambil sari dan dicetak padat Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram, sedangkan Pinang Rp 5.000-Rp 6.000 per kg.

Pengolahan minyak cengkeh

Sebagian petani cengkeh di Ambon, Provinsi Maluku, sejak 2006 mengembangkan pengolahan minyak cengkeh dari cangkang dan batang buah cengkeh.

Mereka memanfaatkan bantuan alat penyuling minyak cengkeh dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Alat penyuling sederhana itu kini dikelola dua kelompok petani di Desa Hukurila, Kecamatan Lei Timur Selatan, Kota Ambon.

Jusuf Elthon Porwayla (33), petani cengkeh Hukurila, Minggu (12/10), menjelaskan, harga minyak cengkeh cukup bagus pada kisaran Rp 90.000-Rp 95.000 per liter jika dijual eceran di Ambon. Penjualan partai besar di pasar Jakarta juga bagus dan harganya bergantung pada kualitas minyak. Jika kandungan eugenolnya tinggi, hargnya bisa sampai Rp 60.000 per liter.

”Minyak cengkeh bisa menambah penghasilan petani yang selalu mengeluh karena harga cengkeh hanya Rp 20.000-Rp 25.000 per kg saat panen dan Rp 15.000 per kg saat panen raya,” ujarnya.

Penyulingan minyak cengkeh tidak mengambil buah cengkeh, melainkan bahan sisa yang sebelumnya dibuang, yaitu batang buah, cangkang, dan daun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: