Pelaminan Minang Buchyar

Tan Malaka Pejuang Sejarah Sebelum Kemerdekaan Perlu Diluruskan

Posted on: November 18, 2008

Pahlawan nasional Indonesia yang terlupakan, Tan Malaka, bagian dari kelompok kiri. Dia memilih jalannya sendiri selama perjuangan. Dia kerap berseberangan dengan tokoh nasional saat itu. Sebagian orang menilai sepak terjangnya di dunia politik cenderung menjauhi kekuasaan politik.

”Dia datang ke Indonesia dengan nama samaran setelah 20 tahun mengembara. Awalnya Tan Malaka berjuang sembunyi-sembunyi. Kemudian dia tampil di depan umum sebagai pemimpin gerakan radikal,” kata Direktur KITLV Harry A Poeze, Senin (17/11) di Universitas Negeri Medan saat peluncuran buku berjudul Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia.

Harry menceritakan, peran Tan Malaka kerap berseberangan dengan tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, dan Amir Sjafroeddin. Dalam bukunya, Harry menulis, sepak terjang Datoek Tan Malaka di dunia politik dilakukan di Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Republik Indonesia (Pari) yang didirikan di Bangkok, dan Partai Murba yang didirikan pada tahun 1948.

Peran Tan Malaka di balik layar salah satunya ada pada rapat akbar Ikada di Jakarta. Harry menemukan foto yang merekam gambar Tan Malaka ada di belakang Soekarno.

Harry menulis buku ini melalui riset sejarah selama 10 tahun. Sebagian sumber sejarah ini berasal dari karya Tan Malaka sendiri. Pria kelahiran 1894 di Pandan Gadang, Sumatera Barat, ini baru kembali ke Indonesia dengan nama samaran, di antaranya Hussein dan Bayah, pada 1942.

Buku rencananya terbit dalam enam jilid dengan penerbitan dua jilid dalam setahun. Buku ini aslinya memang terlalu panjang setebal 2.000 halaman lebih.

Pengamat politik USU, Ridwan Rangkuti, mengatakan, sosok Tan Malaka merupakan pejuang ideolog terbaik Indonesia. Bahkan karyanya berjudul Madilog (materialisme, dialektika, logika) dia nilai sejajar dengan karya penulis hebat seperti Karl Max dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel.

”Dia orang ketiga di dunia yang bisa menguraikan konsep sosialisme dengan baik,” katanya. Selain Madilog, salah satu karya Tan Malaka yang dinilai fenomenal adalah Massa Aksi.

Karya dan sepak terjang Tan Malaka seakan satu garis. Ide pergerakan dia praktikkan saat memobilisasi kaum buruh di Sumatera Timur. Kejadian ini, katanya, memaksa Pemerintah Hindia Belanda menyetujui sebagian tuntutan buruh pada 1920. Perannya di Sumatera Timur jejaknya masih terlihat hingga kini saat dia menjadi guru di kawasan perkebunan.

Korupsi sejarah

Buku ini juga mengulas pergulatan Tan Malaka dengan PKI. Peristiwa penting yang selanjutnya menjadi stigma negatif partai ini adalah pemberontakan Madiun 1948. Meski Tan Malaka tidak terlibat, stigma ini selama puluhan tahun menjadi alat politik penguasa menyingkirkan kaum kiri.

Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (Pussis) Unimed Ichwan Azhari mengatakan, peranan komunis sebelum dan sesudah 1945 sangat berbeda. Menurut dia, komunis sebagai ideologi pergerakan memberikan kontribusi positif terhadap proses kemerdekaan Indonesia. Pemerintah, katanya, perlu meluruskan sejarah tentang hal ini.

”Studi tentang hal ini sebelum era kemerdekaan belum banyak. Yang banyak ditonjolkan pemerintah adalah sepak terjang mereka setelah kemerdekaan 1945,” katanya.

Ini membuat opini masyarakat tentang komunis menjadi versi pemerintah. Pendapat serupa disampaikan antropolog Unimed, Usman Pelly. ”Hanya separuh dari fakta sejarah Indonesia yang benar. Selebihnya tidak jelas. Banyak fakta sejarah yang dikorupsi oleh penguasa,” katanya.

Buku Harry merupakan sepenggal bukti sejarah nasional yang berharga. Bukan saja mengenai gambaran pejuang kiri, melainkan juga peristiwa yang melingkupinya selama perjuangan revolusi kemerdekaan.

Direktur KITLV Harry A Poeze (kanan) memberikan penjelasan tentang peran Tan Malaka yang ditulis dalam bukunya berjudul Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia, Senin (17/11) di Universitas Negeri Medan (Unimed). Buku ini tidak hanya bercerita tentang kehidupan Tan Malaka, tetapi juga tentang perjuangannya dalam revolusi Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: