Pelaminan Minang Buchyar

Infrastruktur Wisata Sumatera Barat Lemah

Posted on: May 5, 2010

Infrastruktur wisata di Sumatera bagian selatan dan Sumatera bagian barat masih lemah. Sarana pendukung, terutama akses jalan raya, tempat penginapan, dan tata kawasan, belum terbangun dengan baik. Akibatnya, banyak obyek menarik masih belum menjadi tujuan wisata favorit, bahkan sebagian malah terbengkalai.

Demikian hasil pantauan Tim Ekspedisi Wisata Lintas Barat Sumatera oleh National Geographic Traveler dan Kompas selama sepekan lebih sejak Minggu (25/4) hingga Selasa (4/5). Tim ekspedisi mengunjungi berbagai obyek wisata di Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Barat. Obyek itu meliputi peninggalan bersejarah, hutan taman nasional, dan pemandangan alam, seperti pantai, danau, gunung, kebun teh, dan ngarai.

Sarana pendukung paling lemah adalah jalan. Salah satu ruas yang rusak parah adalah jalan dari Manna, Bengkulu, menuju Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Sarana penginapan, seperti hotel, wisma, atau homestay, di beberapa obyek wisata juga minim. Jika ada, kondisi penginapan itu kurang terawat. Masalah ini, misalnya, terdapat di Danau Ranau dan Gunung Kerinci.

Pemandangan Ngarai Sianok di Kota Bukit Tinggi dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang menawan juga terganggu banyak bangunan di lembah dan lerengnya. Apalagi, bentuk bangunan semrawut. Rumah liar juga merusak panorama indah di Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota.

”Rumah-rumah dibiarkan saja dibangun di sekitar lembah. Tidak ada larangan,” kata Mawardi (42), warga di Lembah Harau.

Pengusaha rugi

Sementara itu, pengusaha angkutan dan jaringan ekspedisi di Sumatera Barat rugi hingga ratusan juta rupiah setiap hari akibat kondisi jalan yang rusak. Kerusakan jalan menyebabkan rute perjalanan harus berputar untuk melalui jalan layak sehingga menambah jarak tempuh.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan Raya (Organda) Sumbar Sengaja Budi Syukur di Padang, Selasa, mengatakan, kerugian para pengusaha itu dalam satu hari tidak kurang Rp 250.000.000. Kerugian itu terutama karena rute perjalanan harus memutar jauh dari jalur biasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: