Pelaminan Minang Buchyar

Adat Minangkabau Saudagar dan Cerdik Pandai Duduk Bersama

Posted on: September 6, 2010

Sekitar 1.000 saudagar dan kaum intelektual atau cerdik pandai asal Minangkabau direncanakan akan duduk bersama dalam Forum Silaturahim Saudagar Minang dan Silaturahim Intelektual Minang 2010 yang akan digabung pelaksanaannya pada 15-16 September.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumbar Asnawi Bahar, yang juga menjadi ketua panitia kegiatan tersebut, Minggu (5/9), mengatakan, pertemuan bersama itu akan berupa diskusi panel dengan menghadirkan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif dan mantan Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II asal Sumbar sebagai pembicara.

Asnawi mengatakan, pemikiran-pemikiran yang diungkapkan nantinya akan dibedah oleh para rektor perguruan tinggi di Sumbar untuk sampai pada tataran praktis.

Menurut Asnawi, hasil pembahasan itu akan digunakan sebagai panduan dalam menjalankan pembangunan ekonomi dan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada gilirannya, hal tersebut diharapkan bisa turut memberikan sumbangan bagi pembangunan secara nasional.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerja Sama Rantau Pemprov Sumbar Suhermanto Raza menyebutkan, kegiatan dengan tema ”Peningkatan Pembangunan Ekonomi Sumbar dan Nasional Melalui Sinergi antara Saudagar dan Kaum Intelektual Minang” itu merupakan yang pertama kalinya diadakan.

”Kalau untuk Silaturahim Saudagar Minang sudah tiga kali,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini sumbangan kaun intelektual dan saudagar Minang terhadap pembangunan secara keseluruhan belum fokus dan bersifat sendiri-sendiri. Bahkan menurut dia, belum pernah ada gagasan intelektual, terutama yang berasal dari para perantau yang dikhususkan untuk pembangunan di Sumbar.

Namun Asnawi mengatakan, penggabungan dua jenis kegiatan itu hanya akan dilakukan pada tahun ini. Selanjutnya diharapkan bisa dipisah pada tahun-tahun berikutnya. ”Soalnya kalau tahun ini dipisah, orang-orangnya kan masih sama. Intelektual juga pengusaha dan pengusaha juga (kaum) intelektual,” kata Asnawi.

Selama ini perhatian para perantau disalurkan melalui Gebu Minang. Gerakan ini lahir setelah orang Minang melewatkan beberapa kali pesta budaya dan pekan budaya dengan pendanaan yang sebagian besar berasal dari dana negara. Akhirnya tahun 1989 resmi didirikan organisasi Gebu Minang dengan segala atribut organisasi lainnya.

Tokoh kunci yang meluncurkan nama Gebu Minang saat itu adalah Emil Salim, Bustanil Arifin, Harun Zain, dan lain sebagainya.

Organisasi ini muncul dengan cita-cita besar. Bantuan mesin bajak (traktor tangan) menjadi terlalu kecil untuk dilakukan. Mulailah cita-cita klasik masyarakat Minangkabau diusung dengan semangat mambangkik batang tarandam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: