Pelaminan Minang Buchyar

Ratusan Mahasiswa Universitas Andalas Terancam Tidak Kuliah Sementara

Posted on: September 30, 2010

Ratusan mahasiswa Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, terancam tidak bisa mengikuti perkuliahan selama satu semester atau berhenti studi sementara pada semeseter ganjil 2010/2011. Hal itu menyusul kebijakan pihak rektorat untuk menutup batas akhir pengisian kartu rencana studi atau KRS secara online lewat jaringan internet pada 8 September lalu.

Atas hal tersebut, puluhan mahasiswa yang dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Andalas, Padang, Rabu (29/9), melakukan aksi. Aksi itu dilakukan dengan membentangkan sejumlah spanduk dan mengunci gerbang kampus selama beberapa saat sehingga menimbulkan antrean kendaraan.

Edi Kurniawan, Presiden Mahasiswa BEM-KM Universitas Andalas, mengatakan, selain ratusan mahasiswa yang terancam berhenti studi sementara, sedikitnya 30 calon wisudawan tidak bisa mengikuti ujian komprehensif atau ujian akhir studi.

”Selain itu, mahasiswa yang berhenti studi sementara sebenarnya ia berhenti selama satu tahun karena mata kuliah kan saling terkait dan yang ditinggal semester ini tidak bisa diambil semester berikutnya,” ujar Edi.

Ia menambahkan, mahasiswa yang terlambat mengisi KRS online itu juga memiliki sejumlah alasan berbeda. Edi mengatakan, ada yang karena sedang menempuh kuliah kerja nyata (KKN), kekurangan biaya kuliah, atau sedang ditugaskan mengikuti suatu acara di luar kampus.

Esha Tegar Putra, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Andalas, mengatakan, ia ditugaskan mengikuti satu kegiatan di Makassar antara 9 Agustus dan 6 September atas izin dekanat.

”Lalu ketika saya kembali sudah tidak boleh lagi mengisi KRS,” katanya. Ia menambahkan, jika dikaitkan dengan masa studi maksimal selama tujuh tahun, terdapat kemungkinan besar mahasiswa yang terancam drop out akan semakin banyak.

Edi mengatakan, selain persoalan tersebut, sistem online untuk pengisian KRS yang dipergunakan juga masih sangat terbatas kemampuannya.

”Bandwidth (lebar pita jaringan/lebar cakupan frekuensi untuk transmisi data)-nya tidak cukup jika digunakan mahasiswa dalam waktu nyaris bersamaan,” ujarnya.

Dalam tuntutannya, demonstran meminta agar mahasiswa yang terancam berhenti studi sementara dan mahasiswa yang akan mengikuti ujian komprehensif atau ujian akhir studi tetap bisa menjalani kewajibannya. Selain itu, mereka juga meminta agar sistem pengisian KRS online dievaluasi dan dibenahi, transparansi dana Information Communication Technology (ICT) yang dibebankan pada mahasiswa baru untuk pengisian KRS online, dan mengevaluasi manajemen perkuliahan.

Pembantu Rektor I Universitas Andalas Febrin Anas Ismail saat dihubungi menyatakan, demonstrasi itu dilakukan mahasiswa yang menolak untuk ditertibkan. Ia menambahkan, jumlah mahasiswa yang terlambat mengisi KRS online dan harus berhenti studi sementara tidak sampai 1 persen dari total 23.000 mahasiswa Universitas Andalas.

”Sebelumnya kalau terlambat kami toleransi, sekarang tidak bisa lagi, kami langsung kasih punishment. Ini kan mahasiswa yang menolak ditertibkan, karena di UI dan ITB hal seperti sudah bisa dijalankan,” kata Febrin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: