Pelaminan Minang Buchyar

Kongres Kebudayaan Minangkabau Tetap Di Lanjutkan

Posted on: October 4, 2010

Setelah mengalami penolakan sangat keras dari sejumlah elemen masyarakat di Sumatera Barat, Kongres Kebudayaan Minangkabau I akan tetap digelar di Kota Bukittinggi pada 30-31 Oktober mendatang.

Sebelumnya, rencana tersebut sempat ditunda dari rencana awal, yaitu pada 23-24 September, karena perdebatan yang belum berujung antara kubu yang menolak dan pihak penyelenggara.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Gebu Minang Amri Aziz, Sabtu (2/10), yang menjadi panitia penyelenggara kongres tersebut, mengatakan, sejumlah rekomendasi direncanakan berhasil ditelurkan dalam kongres tersebut.

”Soalnya selama ini kaum ulama, cadiak pandai (kaum terpelajar), dan ninik mamak (kaum adat) tidak terkoordinasi dan berjalan sendiri-sendiri. Inilah yang mau kami satukan dan bicarakan lagi,” katanya soal sejumlah isu dalam rekomendasi tersebut.

Ia menambahkan, kongres tersebut secara khusus ingin memberikan arahan secara teknis soal prinsip adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (adat bersendikan hukum agama, hukum agama bersendikan kitab suci Al Quran).

Menurut Amri, selama ini ada banyak sekali tafsir soal prinsip tersebut yang diwujudkan dalam puluhan buku oleh puluhan penulis.

Akan tetapi, imbuh Amri, tafsir-tafsir tersebut cenderung belum menjelaskan secara teknis yang berguna bagi panduan langsung masyarakat.

”Dari rekomendasi nanti, kami berharap akan diturunkan menjadi peraturan daerah oleh pemerintah daerah,” katanya menjelaskan.

Sejumlah persoalan kontemporer dalam kebudayaan Minangkabau seperti persoalan tanah adat yang hilang dari kepemilikan kaum atau nagari dan berganti jadi milik perseorangan juga akan menjadi perhatian dalam kongres itu.

”Juga praktik jual-beli gelar datuk yang terjadi. Tidak akan ada perubahan terhadap adat dan apa yang sudah dijalankan selama ini di Minangkabau. Ketakutan pihak-pihak yang menolak terlalu berlebihan,” kata Amri soal kongres yang direncanakan diikuti sekitar 1.500 orang itu.

Program lain

Ketua Dewan Kesenian Sumbar Harris Effendi Thahar yang menolak rencana kongres tersebut sebelumnya menegaskan bahwa sebaiknya Gebu Minang melaksanakan program lain yang lebih berhubungan dengan kepentingan langsung orang Minangkabau di Sumbar.

Menurut Harris, Gebu Minang yang sebagian besar adalah masyarakat Minangkabau di luar Sumbar atau perantau lebih baik berpikir bagaimana cara mengatasi sejumlah kesulitan di Sumbar seperti masih relatif terbatasnya lapangan kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: