Pelaminan Minang Buchyar

Walikota Padang Sumatera Barat Fauzi Bahar Segel Vellas Cafe Karena Sediakan Penari Telanjang Striptease

Posted on: October 22, 2011

Walikota Padang, Sumatera Barat Fauzi Bahar menyegel Vellas Cafe yang telah menyediakan penari striptis bagi pengunjung hiburan malam.

Dalam penyegalan Vellas Cafe,Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, Kepala KP2T Kota Padang Muji Susilawati,serta Kepala Kantor Sat.Pol Padang,Yadrison turut hadiri menyaksikan, Rabu.

“Penyegelan ini dilakukan tempat hiburan malam yakni Vellas Cafe terbukti telah menyediakan penari striptis,” kata Walikota Padang, Fauzi Bahar usai penyegelan.

Menurutnya, pengusahan hiburan malam tersebut telah mengabaikan peringatan Pemkot setempat izin usaha, SITU serta izin pariwisata.

“Pemkot tidak akan memperpanjang izin usaha Vellas Cafe tersebut, diminta untuk membuat suarat perjanjian,” katanya.

Dia menambahan, jika pengusaha masih beroperasi tempat yang disegel tersebut, Pemkot akan memberikan sangsi tegas.

“Sangsi diberikan bisa pencabutan izin usaha, bahkan juga bisa dilakukan sidang tripiring dimana telah melanggar Perda nomor 11 tentang Ketertiban Umum (Tibum),” katanya.

Dia mengatakan, Pemokot tidak akan memberikan toleransi pada pengusahan hiburan malam bentuk pelanggaran apapun terhadap peraturan daerah (perda).

“Ini harus ditaati oleh seluruh pengusaha hiburan malam lain yang berada di Kota Padang,” katanya.

Menurutnya, Pemkot akan melakukan pendataan ulang terhadap tempat hiburan malam di Kota Padang yang telah diberikan izin usaha.

“Kita nantinya lebih selektif lagi dalam mengeluarkan perizinan pada pengusaha hiburan malam,” katanya.

Dia menambahkan, jika tempat usaha tidak memiliki izin diminta pengusaha untuk tidak membuka hingga keluar SITU oleh kantor KP2T.

Pengusaha telah mendapatkan SITU harus mentaati aturan yakni tidak boleh buka hingga pukul 23.00 WIB, tempat harus transparan, serta tidak ada lagi menyediakan penari striptis.

“Kita tidak ingin lokasi hiburan yang di Kota Padang akan merusak moral genarasi muda jika menyediakan penari striptis,” tegas Fauzi Bahar.

Sat.Pol PP Padang pada Senin (27/9) malam mengamankan dua orang penari striptis di “Vellas” Cafe, dua penari striptis yang diamankan tersebut adalah SS (21) warga dari Kabupaten Sawahlunto, serta NA (21) warga dari Kota Bukittinggi.

Jajaran reserse kriminal kepolisian Kota Padang, Sumatera Barat, mengamankan dua pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pornografi, di sebuah kafe dengan menyajikan tarian telanjang.

Kapolresta Padang Kombes Pol M.Seno Putro di Padang, Minggu, membenarkan telah mengamankan dua tersangka penari striptis yang sebelumnya ditangkap oleh Satpol PP Kota Padang dan kemudian dilepaskan, pada Senin 26 September 2011.

“Dengan keseriusan, kegigihan, dan kerja keras dari jajaran Polresta Padang, Sabtu malam dan Minggu dini hari, berhasil mengamankan dua penari yang sebelumya dibebaskan Satpol PP Padang, usai tertangkap tangan melakukan tarian di salah satu cafe di daerah ini, beberapa waktu lalu,” kata Seno.

Dia menambahkan, ini merupakan bukti keseriusan pihak kepolisian dalam menindak setiap kasus pornografi di wilayah hukum Kota Padang, dan penangkapan tersebut sudah terpenuhi unsur pidana melanggar undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi,.

Dua tersangka penari striptis yang diamankan pihak kepolisian tersebut yaitu SS (21) yang ditangkap dipelataran parkir Hotel Pusako, Kota Bukittinggi, pada Sabtu, pukul 22.30 WIB, dan NA (21) yang ditangkap di kawasan belakang pool bus ALS, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Minggu, sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya, dua penari striptis yang diamankan pihak kepolisian itu telah terlebih dahulu tertangkap tangan oleh Satpol PP Kota Padang, dalam razia tempat hiburan malam di kafe F, di salah satu ruang karaoke, dimana mereka melakukanya didepan tiga orang laki-laki yang berhasil melarikan diri.

Dua penari itu, setelah didata Satpol PP Padang, kemudian dilepaskan dan tanpa berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yang disebabkan pihak penegak perda di kota itu mengaku tidak tahu tentang hukum, dan kasus striptis termasuk kasus pornografi.

Beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Satpol PP Kota Padang Yadrison, saat pertemuan dengan DPRD Kota Padang, mengakui hal tersebut, dimana dia menyatakan bahwa anggotanya tidak ada yang mengerti hukum, dan hanya selaku menjalankan peraturan daerah.

Sementara itu, Kafe F sendiri, satu hari setelah merebaknya kasus tersebut langsung ditindak lanjuti pemkot Padang, dengan mencabut surat izin usahanya, menyegel dan menutup tempat tersebut.

“Saat ini kita masih terus melakukan pengembangan kasus ini, dan prosesnya masih berlanjut untuk mengetahui siapa saja yang terlibat, dan mengungkap semua praktek pornografi semacam itu di Kota Padang,” tegas Seno

Jajaran kepolisian Kota Padang, Sumatera Barat, menyatakan dalam kasus tindak pidana pornografi tarian telanjang (striptis) di daerah itu saksi yang sudah dipanggil tidak tertutup kemungkinannya bisa dijadikan tersangka.

Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ari Yuswan, di Padang, Jumat, menyatakan, saksi yang sudah dipanggil untuk penyelidikan kasus tarian striptis di daerah ini, tidak tertutup kemungkinannya akan menjadi tersangka.

“Kita akan lihat perkembanganya, dan jika dalam penyelidikan lanjutan ditemukan indikasi keterlibatan saksi yang sudah dipanggil, maka bisa saja di antaranya dijadikan tersangka,” kata Ari.

Dia menjelaskan, hingga saat ini sejak penangkapan pelaku atau penari striptis dengan inisial SS (21) dan NA (21) sudah ada sebanyak 14 saksi yang dipanggil.

Dua penari striptis yang diamankan pihak kepolisian setelah dilepas Satpol PP Padang usai razia pada 26 Septemebr 2011, yaitu SS (21) dan NA (21).

Dua tersangka penari striptis kembali dibekuk pihak kepolisian pada 15 dan 16 Oktober 2011, dimana SS ditangkap di pelataran parkir Hotel Pusako, Kota Bukittinggi, pada Sabtu, pukul 22.30 WIB, dan NA (21) yang ditangkap di kawasan belakang pool bus ALS, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Minggu, sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan jajaran Reskrim Polresta Padang, 14 saksi yang sudah dipanggil tersebut di antaranya delapan orang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang, dua orang dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T), dua orang dari Fellas Cafe, dan dua orang dari Dinas Pariwisata.

Tidak tertutup kemungkinannya saksi menjadi tersangka, disebabkan hingga saat ini pihak kepolisian juga masih mencari tiga orang penonton atau yang memesan dua tersangaka SS dan NA untuk sajian tarian telanjang di salah satu ruang karaoke Fellas Cafe.

Sehubungan dengan itu, meski saat ini belum ada kesaksian dari tersangka SS dan NA tentang siapa penonton tarian mereka namun pihak kepolisian sudah menemukan titik terang ketiga tersangka lainya.

“Untuk tiga orang yang diketahui menjadi penikmat aksi dua orang gadis itu, dipastikan akan ditetapkan sebagai tersangka, terkait siapa tiga orang itu, saat ini identitasnya telah kami ketahui dan kemungkinan dalam waktu dekat mereka akan diciduk,” kata Ari.

Ari menambahkan, jika terbukti bersalah pelaku dan penonton tarian striptis itu, akan diancam hukuman sesuai undang-undang pornografi.

Berdasarkan Undang-undang Pornografi nomor 44 tahun 2008, pelaku dapat diancam dengan hukuman penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: