Pelaminan Minang Buchyar

Sarapan Bubur Kampiun Kian Langka di Padang

Posted on: June 9, 2012

Bubur Kampiun adalah bubur yang khas di Sumatera Barat. Namun kini mulai langka dan sulit dicari. Di Padang, satu per satu penjual bubur kampiun tutup dan tidak menjualnya lagi. Bubur yang menjadi santapan untuk sarapan ini hanya muncul saat bulan puasa, dijual untuk menu berbuka.

Namun masih ada satu penjualnya di Pasar Raya Padang, bubur kampiuan milik Beni Karim, 56 tahun dan istrinya. Bubur ini dijual di sebuah warung di Pasar Raya Padang oleh istri Beni Karim, sementara Beni Karim melayani pembeli di kawasan Pasar Raya dengan gerobak dorong.

Bubur kampiun Beni Karim juga cukup komplit, ada enam macam campurannya. Terdiri dari ketan putih yang dikukus, bubur ketan hitam, bubur candil dari tepung ketan, kolak ubi jalar, bubur sum-sum dan bubur kacang hijau. Semua dimasukkan satu persatu dalam satu mangkuk, dan inilah yang menjadi bubur kampiun.

Saya segera menyantap bubur kampiun yang terhidang di meja warung pada Kamis, 7 juni kemarin.Walau dengan beragam campuran tidak menjadikan rasa bubur ini jadi berantakan, tetapi semuanya pas menyatu, lembut memanjakan lidah, manis dan legit.
Sambil menyantap sarapan, saya tanyakan pada Pak Beni yang sudah berjualan bubur kampiun sejak 1980 ini kenapa bubur kampiun mulai langka dan tidak banyak lagi dijual orang.

“Bagaimana tidak langka, membuatnya susah,saya kalau ada kepandaian lain mungkin sudah lama berhenti jualan bubur ini, tapi keahlian saya hanya ini, dan alhamdulilah cukup laris, sehari bisa habis 250 mangkuk bubur,” katanya.

Kesulitan membuat bubur ini menurutnya karena banyak campurannya, terdiri dari aneka bubur. “Minimal harus terjerang enam periuk besar dalam waktu bersamaan, untukk membuat bubur sum-sum, bubur kacang padi, kolak ubi, ketan putih, bubur ketan hitam, dan bubur candil, itu yang sulit, di Pasar Raya ini tinggal saya yang berjualan bubur kampiun,” kata Beni Karim yang berasal dari Bukittinggi.

Bubur kampiun ini asalnya memang dari Bukittinggi. Walaupun sama-sama bubur kampiun, di Bukittinggi campurannya agak beda. Bubur kampiun di Bukittinggi terdiri dari lupis ketan putih, bubur ketan hitam, candil, bubur sumsum, kolak ubi, kolak pisang, dan bubur delima dari tepung kanji. Warnanya ada campuran merah jambu dari bubur delima yang dicampurkan paling akhir.

Di kota Padang Panjang, campuran kampiunnnya lain lagi. Di sana bubur kampiun terdiri atas bubur ketan hitam, candil, bubur sumsum, agar-agar merah, dan cendol sagu dengan siraman cairan kental gula merah di atasnya.
Walaupun berbeda, ciri khasnya tetap sama, menjadi bubur campur yang nikmat dan mengenyangkan. Harganya juga murah, seporsi bubur kampiun ini hanya Rp5 ribu rupiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: