Pelaminan Minang Buchyar

Malamang Kuliner Minangkabau Khas Ramadan Di Sumatera Barat

Posted on: July 18, 2012

Menyambut bulan Ramadan, beberapa kampung tradisional di Ranah Minang masih melakukan tradisi malamang atau membuat lemang. Malamang selalu dilakukan dalam menyambut hari besar Islam di Sumatera Barat yang dikenal sebagai hari baik bulan baik. Seperti menyambut Ramadan, Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Idul Adha. Panganan yang dimasak dalam bambu dan dibakar ini menjadi hidangan saat acara berdoa di masjid dan di surau.

“Kalau di Lubuk Kilangan, tiap bulan puasa ini para menantu akan datang membawa makanan untuk mertuanya dan salah satu makanan wajibnya itu lemang,” kata Zubaidar, warga Lubuk Kilangan, Padang. Lemang bukan makanan adat karena lemang tidak pernah disuguhkan saat acara perkawinan atau melantik penghulu dan datuk.

Selain untuk acara keagamaan, lemang juga menjadi makanan dalam peringatan kematian di satu keluarga. Di Padangpariaman, wajib bagi sebuah keluarga memasak lemang atau malamang saat acara mendoa setelah kematian. Lemang ini akan dijadikan bingkisan sebagai ucapan terima kasih untuk pelayat yang telah ber zikir dan berdoa.

Membuat lemang penuh dengan kerja keras sepanjang hari. Mulai dari menyiapkan bambu untuk wadah, kayu perapian, menyiapkan bahan lemang dan membakar lemang hingga sore hari. Karena semakin lama lemang dijerangkan di api, semakin tahan dan tidak mudah basi. Walaupun sulit membuatnya, tradisi membuat lemang ini masih bertahan.

Lemang juga beragam jenisnya. Di antaranya lemang beras ketan. Lemang ini paling banyak dibuat. Biasanya dimakan dengan tape ketan hitam yang dikenal sebagai lamang tapai. Lemang ini terbuat dari beras ketan putih atau beras ketan merah dan ketan hitam sebagai bahan utama.

Membuatnya beras ketan dicuci dan direndam semalam lalu dimasukkan ke buluh bambu yang telah dialasi daun pisang. Beras ketan ini lalu diguyuri dengan santan kental yang telah dibubuhi garam. Buluh lemang disandarkan di tungku lalu dibakar dan tetap dipanaskan dengan bara selama sekitar empat jam. Setelah lemang masak, bambu dibelah dan lemang dikeluarkan dan dipotong-potong untuk dihidangkan. Rasanya gurih. Selain dimakan dengan tapai ketan hitam, lemang ini juga lazim disantap dengan durian dan sarikaya.

Selain itu, juga ada lemang pisang. Lemang pisang terbuat dari pisang masak yang dihancurkan lalu dicampur dengan beras ketan dan santan kental, diberi garam dan dimasukkan ke dalam bambu yang telah dialasi daun lalu dibakar. Rasa lemang ini manis karena campuran pisang.

Jenis lainnya ada lemang baluo. Lemang ini terdiri dari beras ketan putih yang di tengahnya diberi inti yang dinamakan luo sehingga namanya lamang baluo. Luo ini dari gula aren dan kelapa parut yang sudah dimasak. Cara membuatnya, beras ketan putih ditanak. Kemudian ketan yang sudah dimasak dibentuk bulat panjang seperti buluh bambu dan ditengahnya diberi inti dari gula aren dan kelapa. Lalu dibalut daun dan dimasukkan ke dalam buluh dan dibakar sebentar seperti lemang lainnya.

Lemang tradisional lainnya yang juga keluar saat lomba ini adalah lemang ubi jalar, lemang labu dan lemang ubi kayu. Lemang ubi jalar bahannya dari ubi jalar kuning, putih atau ubi jalar merah yang sudah direbus dan dihancurkan. Dicampur dengan tepung beras cairan gula aren dan gula merah dan santan. Lalu adonan ini dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun dan dibakar selama dua jam.

Sedangkan lemang labu terbuat dari labu kuning yang direbus dan dihancurkan, lalu dicampurkan dengan tepung beras dan cairan gula merah serta santan. Adonan ini dibakar dalam bambu.

Lemang ubi kayu terbuat dari singkong yang diparut. Singkong dicampur dengan kelapa parut, tepung kanji dan cairan gula merah. Lalu dimasukkan dalam bambu yang sudah dilapisi daun lalu dibakar hingga matang. Ada juga variasi lemang baru seperti lemang durian dan lemang jagung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PELAMINAN MINANG FACEBOOK

Pelaminan Minang

Pengantin Minang dengan Tanduk Ameh

Pengantin di Pelaminan Minang dengan Tanduk

Pelaminan pada  Pesta di Rumah

Pelaminan Minang dan Tanduk Ameh

Pelaminan Minang

Pelaminan - Gerbang Bantal Gadang

Gerbang Pelaminan Minang dengan Pagar Ayu

Gerbang Pelaminan Minang Bantal Gadang

Tari Gelombang

Pengantin Dengan Hiasan Sunting

More Photos
%d bloggers like this: